Penghasilan Tukang Pepeda itu ngga ada Artinya dibanding Tukang Glepung
Cerita Asal - Sembari nonton sepak bola antar kampung, saya iseng ngobrol sama tukang Pepeda Gulung yang menjual dagangannya di pinggir lapangan.
Menurut beliau, dalam satu hari bisa mengantongi keuntungan sampai 50 ribu rupiah. "Dari jam enam pagi sampai siang pulang sekolah," tuturnya.
Jika ada acara atau kegiatan sore hari, ia bisa menambah produksi dagangannya. Seperti saat ini ia menambah jualannya karena ada kegiatan kompetisi sepak bola antar kampung di desanya.
"Tadi siang pulang istirahat, sore hari saya berangkat lagi jualan ke sini," lanjutnya.
Keuntungan yang didapat praktis akan meningkat seiring bertambahnya jumlah produksi Pepeda. Saya pun bertanya, kira- kira berapa keuntungan keseluruhan jika digabung dengan jualan yang sore hari?, ia pun menjawab lumayan.
Namun, katanya yang paling punya banyak keuntungan adalah tukang giling beras sebagai bahan baku Pepeda, tukang Glepung dalam bahasa Gumelaran. Bahan dasar membuat Pepeda selain Tepung Terigu dan Telur, juga ada Tepung Beras/ Glepung Beras.
"Kemarin dalam sehari, tukang glepung beras bisa mengantongi uang sampai 7 juta rupiah," ungkapnya.
Saya pun penasaran, 7 juta bukan nilai yang sedikit untuk ukuran penghasilan di Gumelar, Banyumas, bahkan Nasional. 7 Juta itu kalau saya tak salah dengar mungkin setara dengan gaji teman- teman saya yang bekerja di luar negeri sana, itupun selama satu bulan. Jika tukang glepung dalam sehari bisa mengantongi hingga 7 juta rupiah, itu namanya luar biasa!.
Saya pun bertanya gumun, "Lho kok bisa kang?".
" Ya bisa saja lah, wong pas saya kemarin mau nggiser glepung, ternyata mesin penggilingnya sudah dijual ke saudaranya, katanya laku 7 juta," jawabnya santai.
Saya pun menghela nafas panjang, sambil mengalihkan pandangan ke arena pertandingan, skor sementara sudah 1 - 0 untuk tim berbaju hitam.(wizteguhnugroos)


0 komentar:
Posting Komentar